Pengendalian mutu merupakan suatu sistem yang digunakan untuk menjaga agar
produk tctap dalam tingkat mutu yang diinginkan. Hal ini dapat dicapai melalui
perencanaan mutu produk yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan
konsumen, pcnggunaan alat dan proscdur pengujian yang benar. pemeriksaan serta
tindakan korektif apabila terdapat penyimpangan produk dari standard atau spesifikasi
yang sudah ditetapkan dalam perencanaan. Pemilihan bahan, kondisi proses dan
peralatan yang sesuai merupakan hal yang perlu diperhatikan.
Ada dua bagian
utama yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian mutu, yaitu :
- Perencanaan pengambilan sampel untuk penerimaan
(Acceptance Sampling Plans)
- Pencatatan, pelaporan, interpretasi dan tindak
lanjutnya (berkaitan dengan Statistical Quality Control)
Apabila penilaian terhadap seluruh produk tidak dimungkinkan, penentuan
keputusan diterima atau tidaknya barang didasarkan atas penilaian terhadap
sampel. Agar keputusan diambil dengan tepat perlu perencanaan pengambilan
sampel yang tepat. Pada prinsipnya sampel harus mewakili populasinya, dalam hal
ini produk yang sedang dievaluasi, dan pengambilannya secara acak. Pengambilan
sampel tidak mewakili populasinya dapat mengakibatkan kesalahan dalam
pengambilan keputusan, karena evaluasi produknya tidak tepat.
Perencanaan pengambilan sampel untuk penerimaan mempunyai sasaran untuk
menentukan jumlah dalam sampel dan kriteria penerimaan dengan dasar kondisi
yang telah ditetapkan. seperti resiko menerima barang yang tidak memenuhi
syarat atau resiko menolak barang yang memenuhi syarat. Dalam pekerjaan ini
pemahaman tentang statistik untuk pengambilan sampel sangat diperlukan.