Kota Bogor memiliki curah hujan tinggi, suhu relatif
rendah dan kelembaban tinggi. Kondisi ini sangat potensial untuk dikembangkan
budidaya buah-buahan tropika seperti pepaya. Sisi lain ini pedagang belum punya
wadah cukup melindungi buah dari kotoran, benturan, goresan, kontak sinar
matahari secara langsung, fluktuasi suhu, sehingga menyebabkan kerusakan atau
pembusukan buah. Padahal untuk menghasilkan buah-buahan berkualitas baik juga
ditentukan faktor penanganan pascapanen. Salah satunya, penyimpanan dan
pengangkutan.
Melihat pentingnya wadah pengangkutan dan penyimpanan
buah tersebut, Mohammad Wahyu Sautomo dkk, mahasiswa Departemen Agronomi dan
Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil
membuat wadah “Magic Box”. Magic Box adalah wadah penyimpanan pada pematangan
buatan buah pepaya untuk mengurangi kerusakan selama distribusi hasil pascapanen.
Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan Magic Box antara lain sekam,
perekat, serbuk gergaji, citosan, triplek melamin, tanah liat yang dicampur
Potassium permanganate (KMNO4) dan zeolit halus.
Berdasarkan hasil demonstrasi alat yang dilakukan di
Laboratorium Pasca Panen, Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, Magic Box
dapat menghambat pematangan buah pepaya lebih lama dengan prinsip penghambatan
respirasi yang terjadi pada buah pascapanen. “Bentuk prototipe yang telah
disempurnakan berhasil menunda kematangan dari tiga hari di luar Magic Box,
menjadi rata-rata 10-13 hari dalam kondisi Magic Box. Adanya petunjuk komposisi
dan penggunaan dalam Magic Box memberikan kemudahan dalam pemakaian bagi segala
kalangan,” terang Wahyu bersama Dosen Pendamping, Dr. Winarso D. Widodo.
Demonstrasi juga dilakukan bersama pedagang dan
pemilik kebun pepaya yang mengakui adanya manfaat besar dan perubahan dalam
penyimpanan lebih lama. Selain itu, hasilnya lebih baik dan berkualitas.
Pengembangan model Magic Box berdasarkan hasil
wawancara dan demonstrasi alat, maka terdapat empat model Magic Box yang
dikembangkan yaitu:
- Model Prototype Magic Box (bentuk kotak standar). Model ini dikembangkan dalam bentuk box persegi berukuran 30 cm x 30cm x 30 cm. Komponen yang dirancang agar mampu menampung enam buah pepaya dan memberikan kondisi optimal dalam menahan kematangan buah. Pada dasarnya, bentuk persegi kotak ini merupakan model dasar yang dapat dikembangkan menjadi berbagai model lain dengan komposisi dasar sama.
- Model Magic Box ekonomis (bentuk rak Magic Box). Model ini dikembangkan dalam bentuk lemari penyimpan buah berukuran 1,2 meter dengan empat buah laci berukuran 20 cm x 30 cm x 30 cm dengan ketebalan 1 cm. Model ini sangat ekonomis dalam menyimpan buah pepaya tanpa harus menggunakan energi listrik atau pendingin otomatis. Bentuk lemari yang cukup praktis dan ramah lingkungan untuk ditaruh di dalam rumah.
- Model Magic Box Action (model tutup magic yang bertingkat jika dibuka). Model perkembangan lanjutan dari Magic Box yang berbentuk kotak dengan tutup kotak yang bertingkat dengan digeser ke samping. Model ini dikembangkan untuk tujuan para pedagang kecil yang ingin langsung menjual sekaligus menyimpannya.
- Model Magic Box Portable (bentuk seperti jaring-jaring box yang bisa dibongkar pasang). Model perkembangan dari Magic Box yang berbentuk serupa dengan model prototype-nya. Namun memiliki keunikan dengan sistem slot yang memungkinkan box dapat dibongkar pasang sesuai dengan kebutuhan. Model ini dikembangkan untuk pedagang yang menginginkan kemudahan dalam membawa dan menyimpannya ketika tidak digunakan. Kemudahan dalam bongkar pasang memberikan keunggulan dalam masa pakai yang lebih lama.
Wahyu menuturkan, perlunya menjalin kerjasama dengan
pabrik produksi papan partikel sehingga dapat dihasilkan box dalam ukuran yang
lebih besar dan diproduksi lebih cepat dalam jumlah banyak. Juga perlunya
penelitian lebih lanjut dalam penyempurnaan alat dalam mempertahankan
kematangan pada berbagai buah tropika khususnya buah klimaterik. (nm)
sumber:





berpa hargax 1 magic box
BalasHapus